Kata-kata Syair

يَا طَالِبَ الْحَوْرَاءَ فِى خَدْرِهَـا * وَطَالِـبً ذَاكَ عَلَـى قَـدْرِهَا
وَقُـمْ اِذَا الْلَيْلُ بَـدَا وَجْهَـهُ * وَصُـمْ نَهَارًا فَهُوَ مِنْ مَهْـرِهَا
Wahai orang yang menuntut bidadari di mahligai, carilah bidadari itu sesuai dengan harganya.
Bangunlah di waktu malam dengan bertahajud, puasalah di waktu siang itulah maskawinnya.

اِنْ لُمْتَ ذَا حَسَدٍ نَفَّسْتَ كُرْبَتَهُ * وَاِنْ سَكَتَ فَقَدْ عَذَبْتَهُ بِيَدِهِ
Jika kamu mencela orang menghasudmu, berarti kamu telah melepas kesusahannya, jika kamu diam (tidak membalas) berarti kamu telah menyiksanya dengan tangannya sendiri.

لَمْ اَرَ فِيْمَا سَأَنِى غَيْرَ شَامِتٍ * وَلَمْ اَرَ فِيْمَا سَرَّنِى غَيْرَ حَاسَدٍ
Tak pernahku lihat ketika kuduka melainkan kesenangan bagi orang dan tak pernahku lihat ketika kusenang meliankan kedengkian bagi orang.

اَلْغِيْبَةُ ذِكْرُكَ اْلاِنْسَانَ بِمَا فِيْهِ بِمَا يُكْرَهُ
Ghibah itu menyebut seseorang dengan sesuatu yang dibenci.


اِذَا شِئْتَ أَنْ تَحْيَا سَعِيْدًا مِنَ الرَّدِى * وَحَظُّكَ مَوْفُوْرٌ وَعِرْضُكَ صِيْنٌ
لِسَانَكَ لاَتَذْكُرْ بِهِ عَوْرَةَ اِمْرِئٍ * فَكُلُّكَ عَوْرَاتُ وَلِلنَّاسِ أَلْسِنُ
فَعَاشِرْ بِمَعْرُوْفِ وَسَامِحْ مَنِ اعْتَدَى * وَفَارِقْ وَلَكِنْ بِالَّتِى هِيَ أَحْسَنُ
Apabila engkau ingin hidup bahagia jauh dari celaan, hartamu dan wibawamu takkan berkurang, maka peliharalah lidahmu jangan engkau bicarakan keayiban orang lain. Karena tiap-tiap kamu itu ada keayiban dan orang lain itu ada lidahnya. Maka bergaullah sesamamu, maafkanlah kesalahan musuhmu dan berpisahlah dengan baik kalau tidak mau bergaul lagi.

دَرْءُ الْمَفَاسِدْ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَالِحِ
Menolak memungkaran itu lebih baik dari pada mendatangkan memuslihatan.

كَمْ مِنْ صَغِيْرٍ لاَ حَظَتْهُ عِنَايَـةُ * مِنَ اللهِ فَاحْتَاجَتْ اِلَيْهِ اْلاَكَابِـرُ
Berapa banyak anak kecil mendapat perhatian dari Allah sehingga orang dewasapun menginginkan demikian.

قَالَ الرَّبِعُ :
اَلْعُلَمَاءُ سِرَجُ اْلاَزْمَنَةِ, فَكُلُّ عَالِمٍ مِصْبَاحُ زَمَانِهِ يَسْتَضِئُ أَهْلَ زَمَانِهِ
Ar-Rabi' telah berkata:
Ulama itu lampu-lampu zaman, orang `alim merupakan pelita zaman, yang menerangi orang-orang zaman.

Artikel Terkait:

comment 0 comments:

Post a Comment

Delete this element to display blogger navbar

 


© 2010 Invest Scenery is proudly powered by Blogger