Kotak Iklan

Entry Terbaru

Fungsi-fungsi Bahasa

BAB I PENDAHULUAN

Bahasa merupakan sebuah alat yang sangat penting di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa, manusia dapat berinteraksi, manusia dapat menuangkan serta mencurahkan apa yang ada di dalam hati serta benaknya. Dengan bahasa pula manusia dapat memanjatkan do’a dan beribadah kepada Tuhannya.

Di dalam berbahasa ada tiga cara untuk mengutarakannya, yaitu melaui gerak-gerik yang disampaikan tubuh (body language), melalui suara lisan (tounge language), dan melalui tulisan (text language). Kesemuanya ini mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk menjelaskan ide-ide pembicara kepada pendengar agar pendengar faham dengan apa yang dimaksudkan. Oleh sebab itu dari ketiga cara penyampaian bahasa tersebut, disana terdapat fungsi-fungsi, struktur-struktur, serta proses-proses penyampaiannya.

Di sini kami akan mencoba menganalisa tentang fungsi-fungsi bahasa dari buku Abdul Chaer, PSIKOLINGUISTIK – Kajian Teoritik. Dengan jumlah halaman 298. Adapun judul dari resensi kami ini yaitu, Fungsi-Fungsi Bahasa, yang kami angkat dari buku tersebut di atas. Di dalam buku tersebut pengkajian tentang fungsi-fungsi bahasa ini terdapat pada halaman 33.

Pada penganalisaan ini kami mencoba untuk sedikit mengkritik buku yang di tulis Abdul Chaer dan juga akan membandingkannya dengan sebuah buku lainnya yaitu, PSIKOLINGUISTIK – Suatu Pengantar, yang ditulis oleh Samsumuwiyati Mar’at, yang pada buku ini juga terdapat kajian tentang fungsi-fungsi bahasa tersebut pada halaman 29. Adapun buku ini memiliki 100 halaman.


BAB II FUNGSI-FUNGSI BAHASA

Secara tradisional, fungsi bahasa adalah alat interaksi sosial, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep, atau juga perasaan. Dalam hal ini, Wardhaugh (1972) seorang pakar sosiolinguistik juga mengatakan bahwa fungsi bahasa adalah alat komunikasi manusia, baik lisan maupun tulisan. Namun, fungsi ini sudah mencakup lima fungsi dasar yang menurut Kinneavy disebut fungsi ekspresi, fungsi informasi, fungsi eksplorasi, fungsi persuasi, dan fungsi entertainmen.

Dalam komunikasi antarindividu, setiap kalimat yang diucapkan mempunyai fungsi khusus. Kadang-kadang fungsinya ialah memberitahukan, menanyakan, atau memperingatkan tentang suatu fakta. Dalam hal ini pembicara mengharapkan bahwa lawan bicaranya dapat menangkap atau mengerti fungsi dari kalimat yang diucapkan pembicara tersebut.
  1. Fungsi Ekspresi
  2. Kelima fungsi dasar bahasa menurut kinneavy mewadahi konsep bahwa bahasa alat untuk melahirkan ungkapan-ungkapan batin yang ingin disampaikan seorang penutur kepada orang lain. Artinya dengan bahasa seseorang bisa menyampaikan maksud dan tujuannya, mengungkapkan isi hati dan perasaannya. Pernyataan senang, benci, kagum, marah, jengkel, sedih, dan kecewa dapat diungkapkan dengan bahasa, meskipun tingkah laku, gerak-gerik, dan mimik juga berperan dalam pengungkapan ekspresi batin itu, akan tetapi, tidak semua orang atau individu mengerti dan memahami maksud dari pembicara apalagi lawan bicara bukan termasuk orang yang peka terhadap perubahan sikap lawan bicaranya. Namun, dengan mengungkapkannya langsung dengan bahasa maka orang tidak lagi menebak-nebak maksud lawan bicaranya. Ada juga fungsi bahasa itu difahami melalui tulisan. Seseorang mengungkapkan maksud dan isi hatinya melalui tulisan. Dalam hal ini biasanya bagi seorang penulis akan merasa lebih mudah mengekspresikan bagaimana pembicara tersebut mengungkapkan dengan bicara.
  3. Fungsi Informasi
  4. Fungsi informasi adalah fungsi untuk menyampaikan pesan atau amanat kepada orang lain. Fungsi bahasa informasi ini disebut juga fungsi bahasa yang bersifat interpersonal (Progmatik), yaitu yang menunjukkan adanya suatu pesan atau keinginan penutur. Biasanya diungkapkan dalam bentuk kalimat berita. Untuk menjelaskan hal itu, perlu dijelaskan terlebih dahulu tiga aspek penting dari fungsi bahasa, yakni salah satunya: Thematic Structure. Thematic Structure adalah penilaian tentang keadaan mental pendengar pada saat seseorang berbicara. Thematic Structure ini mempunyai fungsi yang sama pada semua bahasa dan pada umumnya mempunyai tiga fungsi utama, yaitu:
    • Menyampaikan informasi baru dan informasi lama
    • Menyampaikan subyek dan prediket, dan
    • Menyampaikan kerangka (frame) dan sisipan (insert).
  5. Fungsi Eksplorasi
  6. Fungsi eksplorasi adalah penggunaan bahasa untuk menjelaskan suatu hal, perkara dan keadaan. Eksplorasi ini berguna bagi seorang pembicara untuk bercerita tentang banyak hal atau untuk mencari suatu hal kejadian dan fakta-fakta yang ingin diketahui dari saksi yang mengalami. Salah satu profesi yang menggunakan fungsi bahasa eksplorasi adalah, wartawan, detektif, polisi, guru, dan lain sebagainya.
  7. Fungsi Persuasi
  8. Fungsi persuasi adalah penggunaan bahasa yang bersifat mempengaruhi atau mengajak orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu secara baik-baik. Dalam fungsi ini pengguna bahasa tak lepas dari aspek bahasa yang kedua yaitu dari fungsi aspek bahasa Speech Act. Pada waktu seseorang berbicara, ia sebenarnya memperlihatkan suatu Speech Act tertentu yang dapat berupa action meminta, meyakinkan, berjanji, menyuruh dan lain-lainnya. Fungsi persuasi ini dapat kita lihat dan dengar langsung dari televisi dan media cetak lainnya seperti iklan, baliho, spanduk dan lain sebagainya.
  9. Fungsi Entertainmen
  10. Yang terakhir fungsi entertainmen, fungsi ini merupakan penggunaan bahasa dengan maksud menghibur, menyenangkan pendengar, atau memuaskan perasaan batin. Fungsi bahasa sebagai entertainmen ini dapat dilihat misalnya dalam cerita-cerita lelucon atau anekdot, drama, film, dan lain sebagainya.

Ketika pembicara ingin menyampaikan ide–ide tertentu kepada pendengar, maka kalimat yang dipilihnya harus pula merefleksikan jalan pikiran si pembicara mengenai obyek-obyek, kejadian-kejadian dan fakta-fakta yang ada seperti yang dimaksudkan oleh speech act melalui kalimat tersebut. Jadi kalimat itu mempunyai fungsi memerinci ide-ide yang menjadi kerangka speech act. Ide-ide ini sering pula disebut sebagai an ideational content dari sebuah kalimat atau dalam ilmu psikolinguistik disebut propositional content. Kalau pendengar dapat menangkap ide yang terkandung dalam sesuatu kalimat, berarti isi kalimat tersebut atau propositional content-nya memenuhi syarat sebagai proper idea. Jadi propositional content dari suatu kalimat tidak lain adalah kombinasi dari proposisi-proposisi yang diekspresikan.

Karena bahasa digunakan manusia dalam segala tindak kehidupan, sedangkan perilaku dalam kehidupan itu sangat luas dan beragam, maka fungsi-fungsi bahasa itu bisa menjadi sangat banyak sesuai dengan banyaknya tindak dan perilaku manusia dalam kehidupan. Oleh karena itu, dalam pelbagai kepustakaan kita mungkin akan menemukan rincian fungsi-fungsi bahasa yang berbeda dan beragam.


BAB III PENUTUP
Dari penganalisaan kami tentang buku Abdul Chaer, PSIKOLINGUISTIK – Kajian Teoritik, maka kami mendapatkan beberapa kekurangan-kekurangan atau kelemahan-kelamahan pada buku ini, yang diantaranya yaitu:
  1. Hanya memuat sebanyak 3 paragraf saja mengenai fungsi-fungsi bahasa.
  2. Di sana hanya tertera 5 fungsi bahasa.
  3. Hanya memaparkan teori-teori.
  4. Kurangnya penyajian Contoh dari setiap Fungsi bahasa tersebut.
Di setiap kekurangan pasti ada kelebihan, maka di dalam buku PSIKOLINGUISTIK – Kajian Teoritik, karya Abdul Chaer ini juga demikian. Dari hasil resensi kami, kami juga mendapati beberapa kelebihan atau keunggulan tentang fungsi-fungsi bahasa di dalam buku ini yang mungkin tidak tercantum pada buku-buku lainnya, diantaranya ialah:
  1. Bahasanya mudah dicerna oleh kebanyakan orang.
  2. Poin-poinnya mendetail dibandingkan buku PSIKOLINGUISTIK – Suatu Pengantar
  3. Fungsi-fungsi yang ada sering dijumpai di kehidupan sehari-hari.
Demikian makalah resensi ini kami buat berdasarkan penganalisaan kami terhadap buku yang di tulis oleh Abdul Chaer yang berjudul PSIKOLINGUISTIK – Kajian Teoritik.


DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul, PSIKOLINGUISTIK – Kajian Teoritik, Jakarta: PT Rineka cipta, 2003.
Mar’at, Samsunuwiyati, PSIKOLINGUISTIK – Suatu Pengantar, Bandung: PT Rafika Aditama, 2005.

Artikel Terkait:

comment 0 comments:

Post a Comment

Delete this element to display blogger navbar

 


© 2010 Invest Scenery is proudly powered by Blogger